Pasca insiden serangan racun terhadap bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan serangan udara koalisi AS ke Suriah, Rusia terus dijadikan kambing hitam.
"Mereka bilang tidak bisa mempercayai Rusia. Padahal, Rusia jelas sudah kehilangam rasa percaya kepada Amerika dan sekutunya. Kami kecewa," ujar Lavrov.
Meski demikian, Lavrov meÂnyebut Rusia tidak sepenuhnya membenci AS dan negara sahaÂbatnya. Lavrov itu mengatakan, hubungan antara Rusia dengan AS jauh lebih buruk dibandingÂkan pada masa Perang Dingin.
Menurutnya, pada masa Perang Dingin masih ada beberapa saluran komunikasi yang terjalin dan tidak ada 'Russophobia'. "Kami tidak menerima klaim negara-negara Barat bahwa serangan ke Suriah menargetÂkan fasilitas senjata kimia dan tidak mendorong terjadinya perubahan rezim di sana. Anda berbicara, kami menginginkan fakta," tegas Lavrov.
Lavrov juga menyinggung tudingan AS soal terjadi serangan senjata kimia di Douma pada 7 April lalu, adalah kebohongan. Dia menambahkan, Pemerintah Rusia akan mengizinkan tim pemeriksa senjata kimia untuk mengunjungi Douma.
Organisasi Pelarangan SenÂjata Kimia (OPCW) segera mengirimkan tim pemeriksa ke Suriah untuk melakukan penguÂjian mengenai kebenaran lapoÂran tersebut. Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, Sabtu (14/4), AS, Inggris dan Prancis melakukan serangan rudal yang menargetkan fasilitas yang diduÂga sebagai lokasi penyimpanan senjata kimia Suriah.
Para pemeriksa dari OPCW tiba di lokasi Rabu (11/4). Mereka mengumpulkan sampel tanah dan sampel-sampel lainÂnya, jika ada, yang digunakan dalam serangan. Utusan Amerika Serikat (AS) untuk OPCW menyampaikan kecemasan mengenai kemungkinan adanya "perusakan" untuk menghilangkan bukti yang dilakukan pihak Rusia di lokasi terjadinya serangan.
"Adanya sejumlah masalah keamanan telah membuat tim investigasi belum bisa menÂjangkau Douma," kata Direktur Jenderal Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Ahmet Uzumcu.
Otoritas Suriah sebelumnya telah menawarkan 22 orang unÂtuk diwawancara sebagai saksi mata. Uzumcu saat ini berharap kesepakatan yang dibutuhkan bisa segera dibuat agar tim investigasi independen bisa dikerahkan ke Douma secepatnya. ***
BERITA TERKAIT: