Hariri diketahui mengumumkan pengunduran dirinya saat berada di Saudi 4 November lalu. Pengunduran dirinya menjadi pertanyaan karena dilakukan di Saudi dan hingga saat ini ia belum pulang ke Lebanon.
Sejumlah rumor merebak terutama yang menyebut bahwa Hariri dipaksa mengundurkan diri oleh Saudi. Rumor lain menyebut ia ditahan di Saudi.
Namun akhir pekan lalu, dalam sebuah wawancara di televisi, Hariri menyebut bahwa dirinya bebas dan tidak ditahan di Saudi. Keputusan untuk mengundurkan diri juga murni dari keinginannya sendiri. Ia juga memastikan bahwa ia akan segera pulang ke negaranya.
Untuk pertama kalinya pasca pengunduran diri Hariri, Aoun angkat bicara. Ia menyebut bahwa ketidakhadiran Hariri terus menerus merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan merupakan bentuk pelanggaran HAM.
Aoun juga menyebut bahwa ia mengangkap tindakan ini sebagai bentuk tindakan agresi terhadap Lebanon.
"Tidak ada yang membenarkan kegagalan Perdana Menteri Hariri untuk kembali selama 12 hari. Oleh karena itu, kami menganggapnya sebagai ditahan,yang melanggar Konvensi Wina dan undang-undang hak asasi manusia," kata akun resmi Presiden Aoun seperti dimuat
BBC.
"Tidak ada keputusan yang bisa dibuat saat mengundurkan diri dari luar negeri," tambahnya.
"Dia harus kembali ke Lebanon untuk menyampaikan pengunduran dirinya atau menariknya, atau untuk mendiskusikan alasannya dan bagaimana cara mengatasinya," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: