Hal itu disampaikannya langsung kepada Suu Kyi dalam pertemuan di Filipina pagi tadi (Selasa, 14/11). Pertemuan tersebut menambah tekanan global terhadap Suu Kyi untuk mengambil tindakan untuk mengakhiri krisis bagi minoritas Muslim Rohingya di negaranya.
"Sekretaris Jenderal menyoroti bahwa upaya yang diperkuat untuk memastikan akses kemanusiaan, aman, bermartabat, sukarela dan berkelanjutan, serta rekonsiliasi yang benar antara masyarakat, akan sangat penting," begitu bunyi keterangan yang dirilis PBB seperti dimuat
Channel News Asia.Sejauh ini tercatat lebih dari 600 ribu warga Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh dalam dua setengah bulan terakhir.
Krisis meletus setelah gerilyawan Rohingya menyerang pos polisi di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang memicu sebuah tindakan keras militer yang membuat ratusan desa terpuruk menjadi abu dan memicu eksodus besar-besaran.
Pihak berwenang telah memblokir akses independen ke Rakhine utara.
[mel]
BERITA TERKAIT: