Apresiasi itu disampaikan Guterres saat menggelar pertemuan bilateral
dengan Jokowi di Philippines International Convention Center (PICC),
Manila, Filipina awal pekan ini.
"Sekjen PBB Guterres
menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu
penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar," begitu
keterangan dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat
Presiden, Bey Machmudin seperti dimuat
Setkab.
Dalam
kesempatan tersebut, Gueterres dan Jokowi mengungkapkan kekhawatiran
yang sama mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine yang berimbas pada
eksodus ratusan ribu warga Rohingya. Guetrres dan Jokowi sama-sama
sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian krisis kemanusiaan
di Rakhine.
Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak
pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga
akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme,â€
kata Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.
"Penyelesaian MOU sangat penting artinya bagi proses repatriasi," kata Presiden Jokowi.
[mel]
BERITA TERKAIT: