Peresmian sumur bor dilakukan Bupati Gayo Lues Suhaidi yang dihadiri Wakil Bupati Gayo Lues sekaligus Ketua PMI Gayo Lues Maliki, perwakilan PMI Jakarta Utara, dan Direktur JICT Sandi Wijaya.
Bupati Gayo Lues Suhaidi mengatakan, sejak bencana terjadi, banyak sumber air di wilayahnya mengalami kerusakan dan pencemaran.
"Karena keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah daerah masih bergantung pada bantuan dari pemerintah pusat maupun pihak ketiga," kata Suhadi, dikutip melalui keterangan pers PMI Jakarta Utara.
Sedangkan Wakil Bupati Gayo Lues Maliki mengungkapkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.
"Sumur bor ini sangat dibutuhkan masyarakat di tengah kondisi sulit seperti sekarang," kata Maliki.
Sementara Direktur JICT Sandi Wijaya, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian pihaknya terhadap masyarakat terdampak bencana.
"Fasilitas sumur bor semoga dapat memberikan manfaat nyata dan membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga secara berkelanjutan," kata Sandi.
Bantuan sumur bor ini dibangun di dua titik, yakni Desa Penomon dan Desa Palok, untuk menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
BERITA TERKAIT: