Diketahui bahwa Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengundurkan diri dan diumumkan dalam siaran televisi Lebon dari Arab Saudi pada hari Sabtu kemarin. Ia mencela Hizbullah dan mengatakan bahwa ia merasa hidupnya terancam.
Namun kepala Hizbullah Nasrallah, mengatakan bahwa ini adalah keputusan Saudi yang dipaksakan kepadanya.
"Bukan niatnya, bukan keinginannya dan bukan keputusannya untuk berhenti," kata Nasrallah dalam pidato di televisi Lebanon seperti dimuat
BBC.
Ia mempertanyakan apakah Hariri dapat kembali dari Arab Saudi. Namun di sisi lain, ia juga meminta ketenangan, di tengah kekhawatiran bahwa kekerasan dapat meletus di Lebanon.
Secara terpisah, meski Hariri mengatakan bahwa dirinya takut akan pembunuhan, tentara Lebanon mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan plot pembunuhan di negara tersebut. Selain tentara, Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, kepala badan intelijen Keamanan Umum Lebanon, juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki informasi mengenai plot untuk membunuh politisi di Lebanon.
Sementara itu, pasukan Keamanan Internal Libanon membantah laporan bahwa mereka menggagalkan upaya pembunuhan baru-baru ini di Beirut, ibukota Lebanon.
Sedangkan Menteri Urusan Teluk Arab Thamer al-Sabhan mengatakan bahwa pengawal Hariri telah mengkonfirmasi bahwa ada rencana pembunuhan terhadapnya. Ia juga membantah dalam sebuah wawancara dengan sebuah stasiun televisi Lebanon bahwa Arab Saudi mendorong Hariri untuk mengundurkan diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: