Peluncuran tersebut akan membuat Maroko menjadi negara negara ketiga Afrika dengan satelit pengintai setelah Mesir dan Afrika Selatan.
Menurut badan pers yang dikelola negara, MAP, gambar yang dikumpulkan oleh satelit akan membantu Maroko memoles kebijakan "hijau". Hal itu sejalan dengan penegasan berulang dari kerajaan yang berkomitmen terhadap perlindungan lingkungan.
Salah satu sektor yang paling akan diuntungkan dari peluncuran satelit tersebut adalah pertanian yang merupakan sektor ekonomi utama Maroko.
Pada saat yang sama, satelit tersebut akan memastikan pengelolaan sumber daya kehutanan Maroko yang lebih baik.
Satelit tersebut juga menawarkan kesempatan kepada Maroko untuk memperbaiki pengelolaan wilayahnya dengan merencanakan ekspansi perumahan dengan lebih baik dan untuk memantau secara ketat operasi pemberantasan lahan kumuh.
"Diberdayakan dengan peralatan ini, Maroko pasti akan memimpin dalam hal pengelolaan sumber daya air dan pencarian air bawah tanah," tulis MAP.
Karena diluncurkan dari Guyana Prancis, satelit Mohammed VI mulai terbentuk setelah Maroko mengakhiri kontrak dengan Airbus Defense & Space dan Thales Alenia Space pada bulan April 2013 lalu.
Satelit tersebut akan dikendalikan oleh Kementerian Pertahanan Maroko di sebuah pangkalan kontrol yang tidak jauh dari bandara Salé, yang akan diawasi oleh Royal Center for Remote Sensing (CRTS) di Rabat.
[mel]
BERITA TERKAIT: