Perusahaan yang mengeluarkan kebijakan tersebut adalah Piala, sebuah perusahaan yag menyediakan layanan pemasaran periklanan untuk pemasaran langsung dan perusahaan lainnya. Perusahaan yang dibangun tahun 2004 ini telah memiliki sekitar 120 pekerja.
Direktur perencanaan perusahaan ini, Hirotaka Matsushima mengatakan bahwa perusahaan tersebut menawarkan bonus ekstra libur satu minggu untuk karyawannya yang tidak merokok sejak September lalu.
Matsushima mengatakan bahwa liburan ekstra merupakan kompensasi bagi perokok bebas karena jeda merokok dilakukan oleh rekan mereka yang merokok.
"Ya, ini cukup populer," kata Matsushima seperti dimuat
Press TV.
Matsushima mengatakan sebagian besar anggota staf Piala bukan perokok dan hanya sepertiga dari karyawan perusahaan yang merokok.
Di Jepang sendiri, hampir 20 persen orang berusia di atas 20 tahun mengatakan bahwa mereka merokok. Hampir 40 persen pria yang berusia 30-an mengatakan mereka merokok.
Menurut angka yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang, jumlah perokok telah menurun menjadi setengah dibandingkan tahun 2001.Penurunan merokok disebabkan oleh kesadaran masyarakat terhadap bahaya yang disebabkan oleh konsumsi tembakau.
[mel]
BERITA TERKAIT: