Dalam posting-an berupa gambar itu menunjukkan sosok Kurz yang seolah dibidik di bagian jantung dengan tulisan "Akhirnya mungkin: bunuh bayi Hitler".
Sudut kiri gambar berbunyi "Time travel in Austria" dalam referensi budaya pop yang jelas ke percobaan pemikiran puluhan tahun untuk kembali pada masa lalu dan membunuh Hitler sebelum kekejamannya pernah dilakukan.
Gambaran kontroversial itu segera menarik perhatian penegak hukum. Polisi Wina membalas tweet Titanic, yang menyatakan bahwa mereka telah memberi tahu "otoritas kompeten" yang tidak disebutkan terkait gambar tersebut.
Polisi Wina seperti dimuat
Russia Today, mengatakan bahwa gambar itu sendiri dikirim untuk penyelidikan ke unit anti-terorisme dan sebuah penyelidikan diluncurkan.
Majalah satir itu membalas tweet polisi dan menyebutnya "Departemen Wina untuk perjalanan waktu."
Pimpinan Editor Titanic, Tim Wolff, mengatakan kepada kantor berita Meedia setempat bahwa reaksi keras pihak berwenang Austria dapat dijelaskan oleh negara tersebut yang tidak mendapatkan masa lalu dengan Nazi, tidak seperti Jerman.
Wolff sendiri mengaku pihaknya belum dihubungi langsung oleh penyelidik Austria.
[mel]
BERITA TERKAIT: