Pemilu yang dimenangi oleh partai sosialis yang berkuasa di mana Presiden Nicolas Maduro bernaung itu dinilai tidak menerapkan prinsip bebas dan adil.
Dalam pemilu kemarin, kubu Nicolas Maduro memenangkan 17 dari 23 gubernur negara bagian. Pemimpin oposisi menilai bahwa kemenangan itu diliputi oleh kecurangan.
Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat awal pekan ini melalui sebuah surat mengatakan bahwa surat suara dalam pemilu Venezuela telah dimanipuasi dan tempat pemungutan suara dipindahkan tanpa ada pemberitahuan publik. Selain itu djuga diduga ada manipulasi suara dan keterbatasan mesin pemungutan suara di lingkungan oposisi.
"Kami mengecam kurangnya pemilihan umum yang bebas dan adil kemarin di Venezuela. Suara warga Venezuela tidak terdengar," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Heather Nauert seperti dimuat
BBC.
Dalam penyataan yang sama juga Amerika Serikat mengkritik kurangnya pengamat internasional independen dan kredibel dan menuntut sebuah audit teknis untuk tabulasi Dewan Pemilihan Nasional.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: