
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan bahwa peluncuran rudal balistik hingga melewati langit Hokkaido, Jepang merupakan respon atas latihan militer gabungan yang digelar Korea Selatan dan Amerika Serikat di perbatasan.
Latihan militer Ulchi Freedom Guardian yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus dianggap Korea Utara sebagai ancaman. Sehingga perlu direspon dengan tindakan tegas.
Selain itu, peluncuran rudal Hwasong-12 itu juga dimaksudkan untuk menguji kapasitas operasional perang Korea Utara yang sebenarnya.
"Peluncuran tersebut adalah langkah pertama operasi militer Tentara Rakyat Korea di Pasifik dan sebuah pendahuluan yang berarti untuk Guam," jelasnya seperti dilansir
Yonhap, Rabu (30/8).
Militer Korea Selatan menjelaskan bahwa rudal yang diluncurkan Pyongyang melayang setinggi 550 km di langit Jepang hingga akhirnya mendarat di Perairan Hokkaido yang terletak di Samudera Pasifik.
Jarak tempuh rudal yang diluncurkan dari Sunan itu sejauh 2.700 kilometer. Sedangkan Guam yang menjadi target Korut terletak di 3.000 km arah tenggara Pyongyang.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: