Merujuk pada laporan terbaru dari PBB, telah terverifikasi ada 1.340 korban tewas dalam konflik di Yaman tahun lalu. Dari total korban tersebut, sekitar 683 kematian atau 51 persen, terjadi akibat serangan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sedangkan Pemberontak Houthi bertanggung jawab atas pembunuhan atau melukai 414 anak-anak dan kelompok Al Qaeda serta ISIS bertanggungjawab atas sisa korban tersebut.
Dalam data yang sama, ditemukan bahwa total ada 502 anak-anak Yaman terbunuh dan 838 terluka dalam serangan.
"Kami meminta semua pihak untuk menghindari korban sipil dan terutama anak-anak. Dan di Yaman, kami secara khusus meminta semua pihak untuk mengizinkan akses kemanusiaan karena situasinya sangat mendalam," kata Jonathan Allen, wakil duta besar Inggris untuk PBB seperti dikabarkan Al Jazeera.
Draf laporan menggemakan temuan serupa dari tahun lalu ketika koalisi yang didukung AS dimasukkan dalam daftar hitam Perserikatan Bangsa-Bangsa karena telah melanggar hak anak.
Namun draft itu dihapus oleh sekretaris jenderal Ban Ki-moon setelah Arab Saudi dan pendukung koalisi lainnya mengancam untuk menghentikan pendanaan banyak program PBB.
Ban mengatakan bahwa dia berdiri di samping laporan tersebut, yang mengatakan bahwa PBB memverifikasi 1.953 orang muda yang terbunuh dan terluka di Yaman pada tahun 2015. Angka tersebut melihat peningkatan enam kali lipat dibandingkan tahun 2014.
"Sekarang kita tahu ada draft dengan nama Saudi di atasnya. Mari berharap bahwa ketika daftar tersebut akhirnya menjadi publik dalam beberapa minggu mereka akan tinggal di sana," kata Akshaya Kumar, wakil direktur PBB Human Rights Watch.
[mel]
BERITA TERKAIT: