Pemimpin China tersebut mengatakan kepada rekannya AS bahwa krisis tersebut memerlukan resolusi damai dan kepentingan bersama China dan Amerika Serikat untuk mempertahankan perdamaian di Semenanjung Korea.
"Sisi yang relevan pada saat ini harus menahan diri, dan hindari kata-kata dan tindakan yang memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea," begitu kata laporan media pemerintah China.
Percakapan tersebut terjadi setelah serangkaian ancaman yang dilakukan oleh Trump kepada pimpinan Korut, yang pada gilirannya berjanji untuk menargetkan sekitar Guam dalam uji coba rudal berikutnya.
Meskipun tidak secara terbuka menyatakan bagaimana CHina akan bersikap jika Korea Utara malancarkan serangan ke Guam, namun editorial di media pemerintah China Global Times, yang diterbitkan oleh People's Daily Partai Komunis, menyarankan agar China berusaha mencegah serangan ke Korea Utara sementara tetap netral jika Pyongyang melancarkan serangan.
"Jika Korea Utara meluncurkan rudal yang mengancam tanah AS terlebih dahulu dan AS melakukan pembalasan, China akan tetap netral," tulis Global Times.
Tapi seandainya AS dan sekutu-sekutunya berusaha untuk "menggulingkan rezim Korea Utara dan mengubah pola politik Semenanjung Korea," Beijing akan mencegah mereka melakukannya. Demikian seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: