Dubes Venezuela untuk Peru, Diego Molero, memiliki waktu lima hari, terhitung sejak Jumat (11/8), untuk angkat kaki dari Peru.
Kementerian Luar Negeri Peru mengumumkan pengusiran itu melalui akun Twitter resminya menyusul penghukuman 11 negara besar lainnya di majelis konstituante kontroversial di Venezuela.
Badan baru tersebut memiliki kemampuan untuk menulis ulang konstitusi dan dapat menggantikan parlemen yang dikuasai oposisi, Majelis Nasional.
Langkah tersebut dinilai merusak tatanan demokrasi di Venezuela.
Dalam pengembangan yang terpisah, Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski, seorang kritikus sengit Maduro, telah mendesaknya untuk mengundurkan diri, dengan mengatakan bahwa dia kehilangan kredibilitas setelah pemilihan badan baru tersebut.
"Dia seorang diktator dan telah melakukan kudeta melalui pemilihan yang salah untuk menghilangkan Kongres," kata Kuczynski seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: