Hal itu dikarenakan Korea Utara tidak memberikan respon atas permintaan Korea Selatan untuk pembicaraan bilateral kedua negara.
"Ini adalah hal yang mendesak untuk mengurangi tensi antara dua Korea demi menggapi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Moon Sang-kyun.
"Kami mendesak Korea Utara kembali untuk merespon proposal pembicaraan kami," jelasnya.
Bila ada respon positif dari Korea Utara, maka ini akan menjadi pembicaraan perdana sejak Desember 2015 lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: