Banjir terjadi di negara bagian Assam India di mana hujan lebat yang turun menyebabkan sungai Brahmaputra yang membentang dari China ke India dan Bangladesh meluap dan menyapu sekitar 2.500 desa di Assam selama dua pekan terakhir.
Hal itu membuat 40 orang tewas dan hampir 1,5 juta orang lainnya mengungsi.
Banjir juga merendam pusat penangkaran badak bercula satu di wilayah tersebut, yakni Taman Nasional Kaziranga, sebuah situs warisan dunia UNESCO.
"Lebih dari 90 persen Taman Nasional Kaziranga ada di bawah air," kata Menteri Kehutanan Assam Pramila Rani Brahma kepada Reuters.
Taman tersebut merupakan lahan seluas 430 kilometer persegi yang dihuni oleh ribuan besar badak bercula satu.
"Dua anak badak telah tenggelam dan 15 ekor rusa tewas dalam banjir yang tinggi," kata Brahma.
Hewan-hewan mencari perlindungan di tempat yang tinggi, termasuk perbukitan di luar taman.
Tapi saat hewan-hewan tersebut berpindah ke daerah yang lebih kecil dengan ketinggian yang lebih tinggi untuk menghindari banjir, mereka menjadi lebih rentan terhadap pemburu liar. Mereka juga menghadapi bahaya meningkatnya tertabrak kendaraan jika mereka berlindung di jalan yang sering dilalui tanggul.
"Barikade khusus telah diletakkan di sepanjang jalan raya dan penjaga hutan meminta pengemudi untuk berkendara di bawah 40 km per jam," kata sipir taman seperti dimuat Reuters.
Ia menambahkan bahwa sejumlah rusa tewas karena ditabrak truk yang melaju cepat di jalan.
[mel]
BERITA TERKAIT: