PM Singapura Jabarkan Perselisihan Keluarga Di Depan Parlemen

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 03 Juli 2017, 14:35 WIB
PM Singapura Jabarkan Perselisihan Keluarga Di Depan Parlemen
Lee Hsein Loong/Reuters
rmol news logo Perdana Menteri Singapura Lee Hsein Loong menghadapi pertanyaan dalam sebuah sidang parlemen khusus awal pekan ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan di tengah perselisihan dengan saudara kandungnya soal rumah peninggalan sang ayah.

Adik Lee Hsein Loong yakni Lee Hsien Yang dan saudara perempuannya, Lee Wei Ling, mengatakan bahwa mereka ingin menghormati permintaan ayah mereka agar rumah tersebut dibongkar dan bukan diserahkan ke museum.

Namun Lee Hsein Loong justru mempertimbangkan apakah rumah keluarga tua tersebut pada akhirnya harus diubah menjadi situs warisan.

Adik-adik Lee Hsein Loong menuduhnya menuduhnya telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam perselisihan mengenai rumah keluarga di Oxley Road, dan takut bahwa dia akan menggunakan organ-organ negara terhadap mereka.

Lee Hsien Yang bahkan mengatakan bahwa dia dan istrinya, pengacara Lee Suet Fern, akan meninggalkan Singapura karena mereka merasa diawasi secara ketat.

Perdana menteri secara konsisten membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa dia sangat kecewa karena mereka telah memilih untuk mempublikasikan urusan keluarga yang sifatnya pribadi.

Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan tersebut mendorong Perdana Menteri Lee untuk menyerukan agar duduk khusus di parlemen untuk mempertahankan integritas pemerintahannya dengan menjelaskan masalah yang sedang terjadi.

Partai Aksi Rakyat (PAP) pimpinan Perdana Menteri Lee menguasai 83 dari 89 kursi yang terpilih di parlemen, dan anggota parlemen mengajukan pertanyaan mereka secara tertulis pada akhir pekan lalu.

Namun Lee Hien Yang mengatakan bahwa parlemen adalah forum yang tidak pantas untuk menayangkan perselisihan tersebut, karena saudaranya akan dilindungi secara hukum oleh hak istimewa parlementer untuk mengatakan apa yang dia inginkan. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA