Penegasan itu dikeluarkan oleh pemantau PBB yang memonitor proses pelucutan senjata FARC.
Dalam sebuah pernyataan PBB mengatakan bahwa keseluruhan senjata individu terdaftar FARC telah dilucuti, kecuali beberapa yang dibebaskan untuk keamanan sementara di kamp-kamp demobilisasi.
Perlucutan senjata oleh sekitar 7.000 anggota kelompok pemberontak terbesar Kolombia itu dilakukan di bawah kesepakatan damai 2016 untuk membawa konflik sipil tertua di Amerika Latin ini menuju titik akhir.
PBB telah menerima 7.132 senjata milik pejuang pemberontak, tidak termasuk mereka yang berada di bawah peta jalan akan digunakan untuk keamanan di 26 kamp sampai 1 Agustus mendatang.
Secara terpisah, misi PBB terus mengekstraksi dan menghancurkan senjata dan amunisi lain yang tersimpan di tempat persembunyian jarak jauh yang telah diidentifikasi dan diserahkan FARC kepada para pemantau.
Para mantan pejuang FARC kini tengah dalam masa transisi ke kehidupan sipil. Sementara FARC sendiri akan berubah menjadi partai politik.
Pemimpin FARC Rodrigo Londono dijadwalkan untuk secara resmi menyimpulkan proses pelucutan senjata pada sebuah upacara dengan Presiden Juan Manuel Santos di kota pusat Mesetas. Demikian seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: