Juru bicara militer Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera mengatakan pada hari Kamis (22/6) mengatakan bahwa bahwa jumlah militan yang berada di Marawi telah menyusut menjadi sedikit di atas 100 orang.
Sementara itu Letnan Kolonel Christopher Tampus mengatakan bahwa wilayah mereka pun telah menciut.
"Wilayah mereka telah dikurangi menjadi hanya 1 km persegi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa para tentara menghalangi rute pelarian melintasi jembatan yang membentang di sebelah barat militan.
"Pasukan kita datang dari timur dan utara dan kita menghalangi tiga jembatan," katanya seperti dimuat
Reuters.
Tampi mengatakan kepada wartawan bahwa militan masih menggunakan penembak jitu yang menembaki sarang strategis di sekolah dan masjid, dan bom rakitan menghambat kemajuan pasukan Filipina saat mereka maju dari rumah ke rumah.
Dia mengatakan bahwa dia telah melihat setidaknya lima warga sipil berpakaian hitam yang tampaknya dipaksa berdiri di jalan sebagai tameng manusia.
Menurut perkiraan resmi Rabu malam, 369 orang tewas dalam bulan permusuhan, tiga perempat dari mereka adalah militan. Jumlah pasukan keamanan dan warga sipil yang tewas masing-masing berada di posisi 67 dan 26.
[mel]
BERITA TERKAIT: