Langkah polisi yang telah menangkap puluhan aktivis yang menyerukan demonstrasi massa tersebut tak juga menyurutkan upaya mereka untuk protes.
Seorang pengacara Mesir, Mohammed Abdel-Aziz dan Gamal Eid mengatakan bahwa polisi Mesir telah menggerebek rumah di ibu kota, Kairo, dan setidaknya 10 provinsi di seluruh negeri dan menangkap setidaknya 40 orang sebelum malam tiba pada hari Kamis kemarin (15/6).
Tahanan, yang sebagian besar terkait dengan partai demokrasi sekuler, telah ditangkap karena seruan pada media sosial untuk demonstrasi yang akan diadakan pada hari Jumat di Lapangan Tahrir Kairo melawan persetujuan parlemen pada hari Rabu untuk menangani pulau-pulau Laut Merah di Tiran dan Sanafir Ke Arab Saudi
Sedikitnya delapan orang, termasuk tiga wartawan, juga ditangkap dalam sebuah demonstrasi pada hari Selasa, dengan tuduhan mengganggu layanan publik dan keamanan dan melakukan demonstrasi tanpa izin.
"Pemerintah telah memilih lebih banyak penindasan daripada dialog," kata Eid.
"Penangkapan tersebut dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian siapapun yang berniat memprotes besok dan menaburkan kebingungan di jajaran oposisi," tambahnya.
Kesepakatan tersebut dijalin dalam kunjungan ke Mesir oleh Raja Saudi Salman pada bulan April 2016. Sejauh ini, kesepakatan telah menjadi tantangan di pengadilan selama setahun terakhir. Bahkan menjadi sumber ketegangan antara Riyadh dan Kairo. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
BERITA TERKAIT: