Selama amnesti tiga bulan yang berlangsung mulai 1 Juli mendatang, orang dapat menyerahkan senjata tanpa sertifikat yang mereka miliki tanpa rasa takut dituntut.
Namun mereka yang tertangkap di luar masa amnesti, akan menghadapi denda hingga 280.000 dolar Australia atau hukuman hingga 14 tahun penjara.
Saat ini pemerintah Australia memperkirakan ada sebanyak 260.000 senjata terlarang di Australia.
"Kita hidup di saat lingkungan keamanan nasional kita memburuk," kata Menteri Kehakiman Michael Keenan.
"Sayangnya, kita telah melihat, melalui serangan teror di Australia, senjata ilegal itu telah digunakan," sambungnya.
"Kami percaya, sekarang adalah waktu untuk menjalankan amnesti lain, dengan tujuan untuk mengurangi kumpulan senjata ilegal ini," jelas Michael Keenan seperti dimuat
BBC.
Australia membawa kesepakatan amnesti serupa setelah penembakan 1996 di Port Arthur.
Dalam beberapa tahun terakhir, pihak berwenang telah mengungkapkan kekhawatiran yang berkembang atas ancaman kemungkinan serangan teroris di negara tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: