Dilaporkan surat kabar tersebut, dalam sebuah laporan, NSA mengklaim bahwa worm tersebut diciptakan oleh kelompok hacker yang disponsori oleh badan mata-mata Korea Utara.
Penilaian tersebut diliput dengan kesimpulan yang ditarik oleh Symantec yang mengatakan bahwa pihaknya disatukan oleh kelompok hacker Lazarus yang bekerja atas nama rezim tersebut.
The Washington Post mengatakan bahwa bukti yang dikumpulkan dalam laporan tersebut "tidak meyakinkan" namun sangat menyarankan keterlibatan Korea Utara.
Namun keterlibatan Korea Utara telah diperdebatkan oleh perusahaan keamanan lainnya.
Pada akhir Mei, perusahaan intelijen Flashpoint mengatakan bahwa analisisnya menyarankan bahwa hacker yang fasih berbahasa China bertanggung jawab.
Sebagai tambahan, James Scott, seorang senior di Institute for Critical Infrastructure Technology, telah meragukan hubungan antara Lazarus dan Pyongyang.
"Upaya untuk mengikat keduanya bersama-sama prematur dan tidak meyakinkan," sebutnya seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: