Serangan bom kendaraan yang terjadi pada Rabu (31/5) dekat dengan daerah diplomatik yang sangat dilindungi tersebut menewaskan sekitar 90 orang dan melukai sekitar 350 lainnya.
Tidak ada kelompok yang mengklaim serangan tersebut. Namun pejabat intelijen Afghanistan menyebut bahwa jaringan Haqqani berada di balik serangan. Jaringan tersebut bersekutu dengan Taliban dan mendapatkan dukungan dari Pakistan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Nafees Zakaria menggambarkan klaim tersebut sebagai tindakan tak berdasar.
"Stabilitas di Afghanistan sesuai dengan kepentingan Pakistan," kata Zakaria seperti dimuat
BBC.
Ia juga menilai bahwa klaim tersebut merupakan retorika yang menyalahkan pihak lain untuk menyembunyikan kegagalan Afghanistan sendiri.
Pakistan dan Afghanistan sering saling menuduh mendukung dan menahan militan yang melakukan serangan lintas batas. Afghanistan pada hari Rabu membatalkan semua perlengkapan kriket yang direncanakan dengan Pakistan dalam menanggapi ledakan tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: