Beijing dan Brussels telah mempersiapkan diri untuk mengumumkan niat untuk mempercepat upaya bersama untuk mengurangi emisi karbon global.
Menurut sebuah pernyataan yang dipersiapkan sebelum pertemuan puncak EU-China di Brussels pada hari Kamis dan Jumat, aliansi baru tersebut akan mengatakan bahwa mereka bertekad untuk memimpin transisi energi menuju ekonomi rendah karbon.
"Uni Eropa dan China bergabung untuk terus maju dalam pelaksanaan kesepakatan Paris dan mempercepat transisi global untuk membersihkan energi," kata Komisioner iklim Uni Eropa, Miguel Arias Cañete seperti dimuat
The Guardian (Kamis, 1/6).
"Tidak ada yang harus ditinggalkan, namun UE dan China telah memutuskan untuk bergerak maju. Kerja sama kami yang sukses dalam isu-isu seperti perdagangan emisi dan teknologi bersih menghasilkan buah. Sekarang saatnya untuk lebih memperkuat hubungan ini untuk menjaga agar roda tetap berpaling pada tindakan iklim global yang ambisius," sambungnya.
Dalam deklarasi mereka, Brussels dan Beijing juga akan meminta semua pihak untuk menegakkan kesepakatan Paris dan memberi isyarat komitmen politik tertinggi mereka untuk melakukannya sendiri.
Dokumen tersebut menggambarkan perubahan iklim sebagai isu keamanan nasional.
"Pakta Paris adalah "pencapaian bersejarah dan tidak dapat diubah lagi," begitu bunyi dokumen tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: