Bursa Eropa Cetak Sejarah: STOXX 600 Tembus Level 600 untuk Pertama Kali

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 06 Januari 2026, 07:27 WIB
Bursa Eropa Cetak Sejarah: STOXX 600 Tembus Level 600 untuk Pertama Kali
Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)
rmol news logo Pasar saham Eropa mencatat tonggak sejarah baru pada pembukaan tahun 2026. Indeks acuan STOXX 600 sukses menembus ambang psikologis 600 poin untuk pertama kalinya, didorong oleh lonjakan tajam saham sektor pertahanan pasca-serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela.

Konflik geopolitik ini memicu keyakinan investor bahwa belanja militer global akan meningkat secara struktural dalam jangka panjang. 

Sektor pertahanan Eropa melonjak 4,1 persen, dengan produsen senjata asal Jerman, Rheinmetall, memimpin penguatan sebesar 9,3 persen. Hal ini turut membawa indeks DAX Jerman ke rekor tertinggi baru di level 24.868.

Selain pertahanan, sektor lain juga ikut bergairah. Sektor teknologi menguat dengan saham ASML terbang 6,8 persen setelah mendapat rekomendasi positif dari analis, mendorong sektor teknologi naik 3,7 persen.

Sektor energi dan tambang juga menguat, seiring melonjaknya harga minyak akibat ketidakpastian pasokan dari Venezuela. 

Saham pertambangan seperti Glencore dan Rio Tinto juga menguat mengikuti kenaikan harga tembaga.

Meski demikian, penguatan pasar sedikit tertahan oleh anjloknya saham-saham konsumsi seperti Nestle dan Unilever yang turun hampir 3%. Secara keseluruhan, keberhasilan indeks menembus level 600 menunjukkan optimisme kuat investor di tengah ketidakpastian global dan harapan akan penurunan suku bunga tahun ini.

Bursa regional utama lainnya juga menghijau. Indeks FTSE 100 Inggris meningkat 0,54% atau 53,43 poin jadi 10.004,57 dan CAC Prancis bertambah 0,20% atau 16,29 poin ke posisi 8.211,50. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA