Kesepakatan itu dibangun dalam kunjungan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc ke Amerika Serikat pekan ini.
Bersamaan dengan kedatangan PM Nguyen Xuan Phuc, Departemen Perdagangan AS mengumumkan 13 transaksi baru dengan Vietnam senilai 8 miliar dolar AS.
Termasuk di antara kesepakatan itu adalah yang dijalin untuk General Electric Co (GE.N) senilai 5,58 miliar dolar AS untuk pembangkit listrik, mesin pesawat terbang dan layanan, penjualan gabungan terbesar di Vietnam.
Caterpillar Inc (CAT.N) dan penyalurnya di Vietnam juga sepakat untuk menyediakan teknologi pengelolaan generator untuk lebih dari 100 generator di Vietnam.
"Mereka (Vietnam) baru saja membuat pesanan yang sangat besar di Amerika Serikat, dan kami menghargai itu, dengan jumlah miliaran dolar, yang berarti pekerjaan untuk Amerika Serikat dan peralatan hebat yang hebat untuk Vietnam," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih (Rabu, 31/5) seperti dimuat Reuters.
Departemen Perdagangan memperkirakan kesepakatan tersebut sebagian besar dari keseluruhan melibatkan impor peralatan AS.
Vietnam yang pernah menjadi musuh Perang Dingin, kini menjadi mitra penting bagi Amerika Serikat di Asia Pasifik, di mana kedua negara berbagi kekhawatiran tentang kekuatan China yang meningkat.
Phuc mengatakan kepada Trump bahwa hubungan tersebut telah mengalami pergolakan yang signifikan dalam sejarah, namun kedua negara sekarang merupakan mitra komprehensif.
Pertemuan Phuc dengan Trump menjadikannya pemimpin Asia Tenggara pertama yang mengunjungi Gedung Putih di bawah pemerintahan baru.
[mel]
BERITA TERKAIT: