Guterres mengatakan bahwa jika ada negara yang meragukan kesepakatan iklim Paris 2015, maka negara-negara lain harus tetap mengikuti.
"Jika ada pemerintah yang meragukan keinginan dan kebutuhan global akan kesepakatan ini, itu adalah alasan bagi semua pihak untuk bersatu lebih kuat lagi dan tetap mengikuti jalur ini," kata Guterres di hadapan ratusan orang di New York University.
"Pesannya sederhana, kereta keberlanjutan telah meninggalkan stasiun, naik kapal atau tertinggal," sambungnya.
Komentar tersebut disampaikan Guterres setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak untuk bergabung dengan pemimpin lainnya kelompok G7 untuk menegaskan kembali dukungan atas kesepakatan tersebut.
Trump sediri sebelumnya pernah menyebut bahwa pemanasan global adalah sebuah tiupan yang diciptakan oleh China.
"Dunia berantakan. Sangat penting untuk menerapkan kesepakatan di Paris," tegas Guterres seperti dimuan BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: