Pihak Jeju Air mengatakan bahwa pihak maskapai telah mengajukan peningkatan penerbangan ke Weinhai sejak awal April lalu. Namun China tidak memberikan persetujuan akibat ketegangan dua negara.
Hubungan antara China dan Korea Selatan telah tegang selama berbulan-bulan oleh keputusan Korea Selatan untuk menerapkan sistem anti-rudal AS.
Namun ketegangan tampak lebih mereda dengan pemilihan bulan ini yang membuat Moon Jae-in duduk di kursi Presiden Korea Selatan.
"Ketegangan politik memiliki dampak luas pada penerbangan antara kedua negara termasuk penerbangan baru, penerbangan tambahan dan penerbangan charter," kata juru bicara Jeju Air, Park Jung-Jun seperti dimuat
Channel News Asia.
"Langkah terakhir ini membangkitkan harapan agar ketegangan mereda," sambungnya.
Namun, dia mengatakan China belum menyetujui permintaan dari maskapai penerbangannya untuk melanjutkan penerbangan charter antara kedua negara.
Sejumlah perusahaan asal Korea Selatan seperti maskapai penerbangan, pengecer dan produsn mobil telah menderita akibat serangan balik China pada keputusan tahun lalu untuk menerapkan sistem anti-rudal Terminal Altitude Area Defense (THAAD) AS.
China mengatakan radar kuat sistem tersebut dapat menembus jauh ke dalam wilayahnya dan merusak keamanannya.
Sedangkan Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan bahwa penempatan tersebut ditujukan semata-mata untuk pertahanan Korea Utara.
Setelah menjabat sebagai Presiden, Moon telah berjanji untuk mencari tinjauan parlementer mengenai sistem THAAD, dan mengirim wakilnya, Lee Hae-chan, ke China untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping bulan ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: