Menelusuri Jejak Leluhur Melalui The Beauty of China di Jantung Kota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 03 Januari 2026, 13:50 WIB
Menelusuri Jejak Leluhur Melalui The Beauty of China di Jantung Kota
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
rmol news logo Tahun Baru Imlek selalu menjadi waktu di mana detak jantung tradisi terasa lebih kencang. Ia bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momen kepulangan, reuni keluarga, dan doa-doa yang dipanjatkan di atas meja makan yang penuh berkah. 

Menyambut datangnya Tahun Kuda Api yang penuh energi dan semangat, sebuah perayaan mahakarya kembali hadir untuk menyatukan masyarakat dalam kehangatan budaya.


Sebuah Perjalanan Lima Babak

Di bawah naungan langit-langit Grand Ballroom yang megah, malam perayaan akan dikisahkan melalui lima babak dramatis. Pengunjung akan diajak berkelana mulai dari fajar kebangkitan alam Tiongkok, menyaksikan ketangguhan para pendekar kuno, hingga melihat bagaimana benang merah tradisi tetap kokoh di tengah modernitas. 

Bagian selanjutnya akan menyoroti transisi antara aspek tradisional dan modernitas, diikuti dengan tema persatuan keluarga, dan ditutup dengan simbolisme warna merah sebagai representasi awal tahun yang baru. Seluruh pementasan ini akan diiringi oleh penampilan orkestra langsung dan tarian tradisional. Pertunjukan ini dirancang untuk mengingatkan bahwa warisan leluhur adalah akar yang menguatkan langkah menuju masa depan.


Filosofi di Atas Meja Bundar

Dalam tradisi Tionghoa, setiap hidangan adalah simbol harapan. Perjamuan malam ini merangkai delapan menu istimewa yang dipilih dengan teliti untuk membawa keberuntungan. Menu-menu itu adalah;

Prosperity Yi-Sheng, yaitu ritual mengangkat sumpit setinggi mungkin sebagai doa bagi kemakmuran yang melambung. Sup Imperial & Sea Cucumber, yaitu menu dengan lambang kesehatan dan umur panjang. Steamed Live East Star Grouper, adalah simbol kelimpahan yang tak putus sepanjang tahun. Eight Treasure Fried Rice, menu yang mewakili kekayaan dan harmoni yang beragam. Serta deretan hidangan premium lain seperti Lobster Saus Mentega dan Wagyu Black Pepper Truffle yang memanjakan lidah sebagai bentuk syukur atas keberhasilan setahun terakhir.

Momen ini adalah waktu yang tepat untuk duduk bersama orang-orang terkasih, bertukar cerita di antara harum teh dan denting piring, sembari menyambut gelora merah yang melambangkan sukacita tanpa akhir.

Perayaan The 19th Beauty of China ini akan digelar pada 16 Februari 2026 di The Westin Surabaya. Tempat duduk akan diatur melingkar dengan kapasitas sepuluh orang per meja. 

Perayaan ini akan menciptakan malam yang menjadi saksi dimulainya babak baru yang penuh kemenangan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA