Taiwan meminta anggota WHO dan komunitas pers internasional mendesak WHO agar menghormati kebebasan pers dan memberikan akses kepada wartawan Taiwan. Bagaimana juga wartawan Taiwan memiliki hak untuk melaporkan pertemuan itu.
Kecaman Taiwan itu disampaikan Dewan Koordinasi Diplomasi Publik dan diterima redaksi dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Jakarta.
“Sebagai badan khusus PBB, WHO memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak semua orang di seluruh dunia terhadap pengetahuan dan kebebasan berbicara. WHO bekerja untuk kepentingan umum dengan memastikan keamanan kesehatan semua manusia,†tulis pernyataan itu.
Sayangnya, WHO telah melengkung di bawah tekanan politik dan membatasi akses pers Taiwan ke WHA.
“Ini adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia universal dan prinsip keadilan untuk semua yang ingin dicapai oleh PBB. Kementerian Luar Negeri Taiwan telah meminta agar sekutu diplomatik Taiwan dan negara-negara sahabat lainnya sama-sama memprotes WHO dan secara bersama-sama mempertahankan kebebasan pers,†sambung pernyataan itu.
Kemlu Taiwan mengingatkan WHO untuk mematuhi konstitusinya sendiri, dan berusaha untuk memajukan kesehatan semua manusia tanpa membedakan ras, agama, kepercayaan politik, dan kondisi ekonomi atau sosial.
Pada bagian lain, WHO juga diingatkan untuk menghormati dan menjunjung hak wartawan Taiwan untuk meliput pertemuan tersebut, dan melindungi kebebasan pers.
[dem]
BERITA TERKAIT: