"Tidak ada tempat bagi organisasi teroris di masa depan wilayah kami," katanya pada sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Donald Trump awal pekan ini.
Dia merujuk pada milisi YPG Kurdi Suriah, menyusul keputusan AS awal bulan ini untuk mempersenjatai kelompok tersebut.
Meski demikian, kedua pemimpin tersebut berjanji untuk memperkuat hubungan bilateral.
"Kami memiliki hubungan yang bagus dan kami akan membuatnya lebih baik lagi," kata Presiden Trump.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengulangi komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan sekutu NATO Turki dan kebutuhan untuk bekerja sama dalam menghadapi terorisme dalam segala bentuknya.
Turki memandang YPG (Satuan Perlindungan Rakyat Kurdi) sebagai teroris dan ingin menghentikan mereka mengambil alih wilayah di Suriah.
"Ini benar-benar tidak dapat diterima untuk mempertimbangkan YPG-PYD sebagai mitra di kawasan ini, dan ini bertentangan dengan kesepakatan global yang kami capai," kata Erdogan.
Ankara mengatakan YPG adalah sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang, sebuah kelompok yang telah berjuang selama puluhan tahun di Turki tenggara.
AS melihat YPG berbeda dari PKK dan juga sebagai mitra kunci dalam perang melawan kelompok militan ISIS.
[mel]
BERITA TERKAIT: