Orang-orang tersebut ditahan di enam provinsi yang berbeda pada hari Jumat (12/5) dengan lebih dari 100 surat perintah penangkapan dikeluarkan.
Mereka yang ditahan diduga berhubungan dengan pengikut Fethullah Gulen, seorang ulama oposisi yang berbasis di Pennsylvania.
Gulen adalah mantan presiden bekas Presiden Recep Tayyip Erdogan dan dituduh Ankara telah mendalangi kudeta tersebut. Gulen membantah tuduhan itu.
Dikabarkan
Press TV dengan merujuk pada media lokal Turki, di antara mereka yang ditangkap adalah mantan karyawan bursa yang dicurigai menggunakan aplikasi olah pesan terenkripsi yang disebut Bylock, yang menurut klaim Turki dibuat khusus untuk pendukung Gulen. Mereka juga dituduh melakukan transaksi atas nama Bank Asya, sebuah bank yang sejak dulu berafiliasi dengan Gulen.
Sebagai bagian dari pembekuan pasca-kudeta, sekitar 47.000 orang telah ditahan di penjara dan lebih dari 100.000 pegawai sektor publik dipecat secara serentak di Turki.
Bukan hanya itu, Ankara telah menutup setidaknya 156 media, sementara sekitar 2.500 wartawan dan pekerja media lainnya kehilangan pekerjaan mereka.
[mel]
BERITA TERKAIT: