Pertemuan keduanya ini adalah kontak publik tingkat tertinggi antara Trump dan pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin sejak Partai Republik berkuasa pada 20 Januari lalu.
Meskipun belum pernah terjadi sebelumnya, namun ini merupakan suatu kehormatan bagi seorang menteri luar negeri untuk diterima secara langsung oleh presiden Amerika Serikat dalam sebuah pertemuan bilateral di Gedung Putih.
Dalam keterangan kepada pers, seperti dimuat
Reuters,Trump menggambarkan pembicaraannya dengan Lavrov berjalan dengan baik.
Ketika ditanya apakah pemberhentian James Comey dari posisi Direktur FBI telah mempengaruhi pertemuannya, Trump berkata, "tidak sama sekali".
Ia menjelaskan bahwa mereka membahas soal perang sipil di Suriah, di mana Rusia mendukung Presiden Bashar al-Assad.
"Kami ingin melihat pembunuhan tersebut, pembunuhan mengerikan tersebut, berhenti di Suriah sesegera mungkin dan semua orang bekerja untuk mencapai tujuan tersebut," kata Trump.
Lavrov, yang sebelumnya bertemu dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson, mengatakan bahwa diskusi dengan anggota administrasi Trump telah meyakinkannya bahwa mereka adalah orang-orang yang ingin mengurangi kesepakatan dan memecahkan masalah.
"Administrasi Trump, dan presiden sendiri, dan sekretaris negara, saya yakin ini lagi hari ini, adalah tindakan rakyat," kata Lavrov.
[mel]
BERITA TERKAIT: