Dia dilihat oleh beberapa orang sebagai pemimpin masa depan Front Nasional (FN), yang didirikan oleh kakeknya Jean-Marie Le Pen.
Namun awal pekan ini ia menyatakan bahwa ia akan berhenti dalam karir politiknya karena dia merindukan putrinya yang berusia dua tahun. Namun demikian, ia tidak meninggalkan politik untuk selamanya.
Bibinya, Marine Le Pen diketahui dikalahkan Emmanuel Macron dalam pemilu Perancis akhir pekan kemarin.
Menanggapi langkah keponakannya, Le Pen mengaku menyesalkan langkah itu. Namun sebagai ibu, ia memahami mengapa keponakannya memutuskan hal itu.
Dalam sebuah surat kepada koran lokalnya di daerah Vaucluse tenggara, Marion Maréchal-Le Pen, 27, menjelaskan keputusannya untuk tidak mempertahankan perannya.
Dia juga meninggalkan posisinya sebagai presiden FN di wilayah Provence-Alpes-Côte d'Azur yang lebih luas.
Maréchal-Le Pen mengatakan bahwa dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan putrinya di tahun-tahun awal yang sangat berharga.
Pada saat yang sama dia mengatakan bahwa politik adalah keseluruhan hidupnya dan dia tidak mengesampingkannya.
"Saya tidak akan melepaskan perjuangan politik selamanya," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: