Rekomendasi itu dirangkum dalam sebuah proposal terbaru. Para pemimpin militer juga akan mendapatkan kembali wewenang untuk menargetkan para pemimpin Taliban dengan serangan udara di bawah proposal tersebut.
BBC memuat bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menyetujui rencana tersebut.
Namun untuk diketahui bahwa saat ini ada 13 ribu tentara NATO di Afghanistan. 8.400 di antaranya merupakan tentara Amerika Serikat.
Operasi tempur Amerika Serikat melawan Taliban secara resmi berakhir pada 2014, namun pasukan khusus terus memberikan dukungan kepada pasukan Afghanistan.
Pada bulan Februari, komandan pasukan AS di Afghanistan Jenderal John Nicholson mengatakan kepada sebuah komite Senat bahwa ada kekurangan beberapa ribu pasukan di wilayah tersebut.
Ia menekankan bahwa pihaknya membutuhkan lebih banyak pasukan untuk memecahkan masalah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: