Warga Turki terbaru yang diamankan itu adalah Ismet Ozcelik, direktur sebuah universitas di Turki. Ia ditangkap pada hari Kamis (4/5).
Dua warga Turki lainnya ditangkap pada hari Selasa di negara tersebut karena tuduhan mendanai kelompok teroris yang memiliki hubungan dengan ISIS.
Kepala Kepolisian Malaysia Khalid Abu Bakar mengatakan bahwa para tersangka dinilai mengancam keamanan dan mencoba untuk mengganggu kedamaian negara.
Namun demikian, pengacara Ozcelik Rosli Dahlan mengatakan bahwa kliennya ditahan tanpa alasan resmi yang diberikan.
Press TV mengabarkan bahwa kedua orang Turki pertama yang diamankan memiliki hubungan dengan ulama Turki yang diasingkan, Fetullah Gulen.
Gulen diketahui adalah orang yang dituduh Presiden Recep Tayyip Erdogan merupakan otak di balik upaya kudeta gagal tahun lalu.
Meski demikian, Khalid membantah bahwa penahanan itu adalah pemintaan dari pemerintah Turki.
"Mengapa kita harus menudunggu arahan dari luar negeri? Kita memiliki aturan negara kami," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: