Berbagi Tulisan Oposisi Di Facebook, Lima Warga Thailand Diamankan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 04 Mei 2017, 18:42 WIB
rmol news logo Sebanyak lima orang warga Thailand dituduh melanggar hukum penghinaan kerajaan Thailand karena berbagi tulisan Facebook yang ditulis oleh seorang akademisi pembela yang diasingkan.

Kelima orang yang belum dirilis namanya itu dikirim ke tahanan pada Rabu karena berbagi posting Facebook yang ditulis oleh sejarawan Thailand yang tinggal di Paris, Somsak Jeamteerasakul tentang menghilangnya sebuah plakat demokrasi di Bangkok bulan lalu.

"Mereka berbagi pos Somsak tentang plak 1932," kata Anon Numpa, dari Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand (Kamis, 4/5).

Untuk diketahui bahwa monumen perunggu kecil, yang terletak di Plaza Plaza Bangkok, menandai revolusi 1932 yang mengakhiri monarki absolut di Thailand.

Ini secara misterius digantikan oleh sebuah plakat baru yang membawa pesan royalis pada bulan April, yang memicu kemarahan di antara aktivis Thailand yang khawatir bahwa monumen tersebut dihapus dengan dukungan resmi.

Pihak berwenang telah melumpuhkan wacana tentang plakat yang hilang dan telah menahan beberapa aktivis yang telah mencoba menyerukan penyelidikan.

Pihak berwenang Thailand bulan lalu memperingatkan bahwa menghubungi, mengikuti atau berbagi posting media sosial oleh kritikus pemerintah militer Somsak bisa menjadi dasar tindakan hukum.

Kasus penghinaan kerajaan biasanya diselimuti kerahasiaan karena mengulangi konten penghinaan bahkan dapat menjadi dasar penuntutan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA