"Terus terang, Arab Saudi tidak memperlakukan kami dengan adil, karena kami kehilangan sejumlah besar uang untuk membela Arab Saudi," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan kantor berita
Reuters pekan ini.
Kritik Trump terhadap Arab Saudi seolah mengembalikan retorika kampanyenya 2016 lalu di mana dia mempertanyakan sifat perlindungan hubungan AS dengan kerajaan kaya minyak tersebut.
"Kami mengurus Arab Saudi, tidak ada yang akan mengacaukan Arab Saudi karena kami mengawasi mereka," kata Trump dalam sebuah demonstrasi di Wisconsin setahun yang lalu.
"Mereka tidak membayar harga yang pantas," tambahnya.
Trump bahkan pernah menyarankan agar Washington mempertimbangkan untuk membongkar Riyadh karena AS semakin mengurangi ketergantungannya pada minyak luar negeri.
Namun, Trump melunakkan retorika setelah dia mulai menjabat pada bulan Januari.
Presiden tersebut menerima pangeran mahkota wakil presiden Arab Saudi Mohammed bin Salman di Gedung Putih bulan lalu, sebuah pertemuan yang dipuji sebagai "titik balik historis" dalam hubungan AS-Saudi oleh beberapa pengamat.
Pertemuan tersebut tampaknya memberi sinyal kesepakatan mengenai banyak isu termasuk pandangan bahwa Iran adalah ancaman keamanan regional.
Arab Saudi melihat Trump sebagai presiden yang akan mengembalikan peran Washington sebagai mitra strategis utamanya, setelah hubungan mencapai titik terendah di bawah mantan Presiden Barack Obama atas sebuah kesepakatan nuklir dengan Iran.
[mel]
BERITA TERKAIT: