Para pemuda itu menyuarakan penolakan kepada dua capres yang akan berlaga dalam putaran kedua pemilu 7 Mei mendatang, yakni Marine Le Pen dan Emmanuel Macron.
Mereka mengusung kampanye bertajuk "we deserve better". Ada lebih dari 1.000 orang yang berpartisipasi dan menyerukan slogan "Bukan Le Pen Bukan pula Macron".
Polisi menggunakan gas air mata untuk menghalau pengunjuk rasa agar tidak menduduki sejumlah objek vital seperti situs bersejarah dan stasiun kereta api.
Polisi bahkan mengerahkan helikopter untuk memantau jalannya aksi di keramaian.
Mereka menyuarakan bahwa baik Le Pen atau Macron tidak ada yang layak untuk memimpin Perancis. Para pemuda menilai bahwa partai Le Pen adalah partai yang rasis dan menyebut Macron sebagai "boneka" dari para bankir dan pengusaha".
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: