“Dalam pandangan laporan pengamat, hasil referendum dekat dan implikasi yang luas dari amandemen konstitusi, kami menyerukan otoritas Turki untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya sangat hati-hati dan mencari kemungkinan konsensus nasional terluas atas tindak lanjut untuk referendum,†kata juru bicara presiden komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.
“Kami menyerukan kepada semua aktor untuk menahan diri dan pihak berwenang untuk memulai investigasi transparan ke dalam ini penyimpangan diduga ditemukan oleh pengamat," sambungnya.
Untuk diketahui bahwa referendum yang digelar awal pekan ini menunjukkan bahwa 51,4 persen pemilih Turki memberikan suara mereka dalam mendukung memperluas kekuasaan presiden melalui perubahan konstitusi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: