Bom itu sendiri ditujukkan untuk melumpuhkan militan ISIS di Afghanistan.
Begitu keterangan dari juru bicara Gubernur Provinsi Ataullah Khogyani akhir pekan ini.
Diketahui bahwa GBU-43 / B atau bom non-nuklir terbesar AS yang kerap disebut sebagai "ibu dari segala bom" pertama kali digunakan di wilayah yang dicurigasi merupakan basis ISIS pekan ini.
Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Afghanistan, seperti dimuat Press TV mengatakan jumlah korban jiwa bisa meningkat karena pihak berwenang masih menilai lokasi pengeboman di distrik Achin Nangarhar ini.
Khogyani lebih lanjut mengatakan serangan AS di kompleks terowongan di provinsi terpencil dekat perbatasan Pakistan telah menewaskan sedikitnya empat komandan ISIS.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: