Permintaan itu diajukan kurang dari 10 hari jelang pemilu putaran pertama 23 April mendatang.
Le Pen yang merupakan kepala Eurosceptic Front Nasional (FN) itu diketahui merupakan anggota parlemen Eropa.
Le Pen dinilai pernah menyalahgunakan dana parlemen.Ia sendiri membantah melakukan penyalahgunaan tersebut dan menyebutnya merupakan prosedur normal.
Sejauh ini, jajak pendapat masih menunjukkan Le Pen dan pemimpin sentris independen Emmanuel Macron memimpin lapangan pada setiap sekitar 22-24 persen perolehan suara.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: