Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam pertemuan dengan Menlu AS Rex Tillerson di Kremlin hari ini (Rabu, 12/4).
"Penting untuk tidak mengulangi serangan semacam itu yang melanggar hukum," kata Lavrov.
Diketahui bahwa pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan rudal ke pangkalan udara Suriah. Tercatat setidaknya ada 59 misil Tomahawk yang dilepaskan ke pangkalan Shayrat.
Pasukan Rusia ssendiri diketahui juga menggunakan pangalan udara itu, walaupun sejauh ini belum ada korban luka dari pihak Rusia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: