Barisan Revolusi Nasional (BRN) mengatakan awal pekan ini bahwa mereka bersedia untuk masuk ke negosiasi formal pada pemberontakan puluhan tahun jika kondisi tertentu dipenuhi oleh pemerintah Thailand.
Di antara tuntutan-tuntutan mereka adalah mediasi oleh pihak ketiga yang netral dan partisipasi pengamat internasional.
Namun Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha menolak tawaran itu dan mengatakan pembicaraan damai itu merupakan masalah internal dan tidak membutuhkan mediasi internasional atau observasi.
"Mengapa mereka perlu datang menengahi? Bisakah kita tidak memperbaiki masalah ini sendiri? Dan jika mereka datang apa jaminan yang kita miliki bahwa mereka akan memahami masalah?" kata Prayuth seperti dimuat CNA.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: