Begitu kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Selasa (11/4).
Selain merenggut nyawa, serangan itu juga membuat satu tentara Rusia lainnya luka-luka dan berjuang untuk hidup.
Dikabarkan
Reuters bahwa serangan mortir itu dilakukan oleh kelompok militan dan menargetkan tentara Suriah yang juga didampingi oleh tentara Rusia.
Diketahui bahwa Rusia mengirimkan misi militer ke Suriah untuk membantu pasukan pemerintah merebut kembali wilayah yang dikuasai militan dan membangun perdamaian di negara tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: