Sebut Pria Tak Layak Menjadi Ginekolog, Imam Ini Dikecam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 07 April 2017, 16:53 WIB
Sebut Pria Tak Layak Menjadi Ginekolog, Imam Ini Dikecam
Ilustrasi/RT
rmol news logo Seorang pemuka agaman Uzbekistan kebanjiran kritik setelah ia menyerukan agar profesi ginekolog harusnya dijalankan oleh wanita dan bukan pria.

"Tugas yang menantang lain, yang Kami harus tinjau hari ini adalah (profesi) ginekolog jahat. Ini harus dihentikan," begitu kata pemuka agama Islam di Tashkent bernama Rakhmatulloh Saifuddinov, seorang imam di ibukota Tashkent dalam pidatonya beberapa waktu lalu yang dirilis melalui video di Fecabook.

"Cukup! Kami telah muak dengan fenomena yang memalukan ini dalam waktu totalitarianisme," tambahnya.

Menurut Saifuddinov, pada hari-hari Ketika Uzbekistan adalah bagian dari Uni Soviet, banyak nilai-nilai nasional Uzbek yang hancur. Dia menambahkan Itu kemudian ginekologi jahat yang merujuk pada pria, dianggap sebagai fenomena biasa.

Pernyatannya itu memicu kecaman dari publik Uzbekitsan. Banyak yang menilainya sebagai seorang fanatik di abad pertengahan. Ia dinilai keliru karena menjadi dokter adalah bagian dari panggilan hati dan bukan masalah gender.

“Untuk menjadi seorang dokter adalah panggilan sejati. Seorang dokter bukanlah pria ataupun wanita," kata komentator lain di sosial media.
 
“Ketika terkait dengan kesehatan seseorang, tidak peduli siapa yang akan menanganinya, pria ataupun wanita," komentar lainnya.

Rakhmatulloh Saifuddinov belum mengeluarkan tanggapan terakit reaksi publik terkait pernyataanya tersebut. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA