"Austria secara legal bergabung untuk berpartisipasi dalam program lekoasi dan saya secara pribadi menerima Austria untuk kewajibannya," kata Juncker dalam surat yang dibuat untuk menjawab surat Kanselir Austria Christian Kern.
Sebelumnya pada Maret lalu, Kern diketahui menuliskan surat untuk Komisi Eropa soal permintaan mundur dari program tersebut.
Dalam suratnya itu, Kern mengatakan bahwa Austria telah memenuhi kewajiban sebagaimana yang dibutuhkan terhadap pencari suaka.
Usulan untuk keluar dari program diperkenalkan oleh Menteri Pertahanan Austria Hans-Peter Doskozil. Ia mengatakan bahwa Austria sudah menjadi salah satu negara yang menanggung terberat beban pengungsi Eropa.
Usulan itu diperkenalkan setelah Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Sobotka mengumumkan bahwa Austria telah memulai proses relokasi, dan akhirnya memenangkan dukungan dari Kabinet Austria meskipun diskusi panas.
Kanselir juga mengatakan pada saat itu bahwa Austria ingin keluar dari program tanpa konfrontasi hukum dengan Brussels.
Sekarang, kepala Komisi Eropa mengatakan bahwa situasi dengan migran di Eropa telah berubah secara dramatis sejak 2015, setelah Uni Eropa membentuk kontrol yang tepat di perbatasan luar dan di Laut Mediterania.
Dia juga menekankan bahwa jumlah pengungsi yang baru tiba secara signifikan telah menurun. Namun ia menekankan bahwa Yunani dan Italia masih memerlukan bantuan dalam mengurangi beban pengungsi mereka.
"Program relokasi adalah ekspresi solidaritas dan pemerataan tanggung jawab yang membutuhkan partisipasi aktif dari negara-negara anggota Uni Eropa," tegas Juncker seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: