
Jaksa Teheran mengatakan bahwa ada sebanyak 70 narapidana yang menjalani masa hukuman karena membocorkan informasi intelijen yang sensitif.
"Orang-orang ini mengkhianati nuklir, militer, politik, sosial, dan kecerdasan budaya negara untuk musuh," kata Abbas Ja'afari Dolatabadi pekan ini.
Ia menambahkan bahwa aparat keamanan negara Iran saat ini tengah mengawasi berbagai ancaman yang mungkin terjadi.
Sejauh ini ditemukan ada beberapa ancaman yang dihadapi Republik Islam, termasuk upaya untuk menciptakan kerusuhan dan ketidakpuasan sosial serta plot untuk melakukan serangan bom dan menyusup ke dalam pilar pembentukan.
Pasukan keamanan Iran beberapa waktu terakhir berhasil merusak beberapa plot serangan teror. Sejumlah teroris telah ditangkap dan sejumlah besar bahan peledak dan bahan pembuat bom telah disita dari mereka.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: