
Seorang pejabat senior PBB mengatakan bahwa konflik antar etnis di Siprus memiliki kesempatan bersejarag untuk disatukan kembali pada tahun 2017 dalam pertemuan di Jenewa.
Kesempatan itu merupakan hasil dari 18 bulan pembicaraan intensif.
Espen Barth Eide, penasihat khusus Sekjen PBB di Siprus menulis di koran mingguan bahwa pemimpin Siprus Yunani Nicos Anastasiades dan pemimpin Siprus Turki Mustafa Akinci telah menunjukkan kemauan politik dan kepemimpinan untuk mengakhiri konflik.
"Mereka mengakui bahwa status quo tidak dapat diterima dan tidak berkelanjutan dan bajwa pembicaraan saat ini menawarkan kesempatan terbaik untuk solusi," kata Eide yang merupakan mantan Menteri Luar Negeri Nigeria.
"Pulai ini berdiri di puncak untuk menuai manfaat politik dan ekonomi riil, tidak hanya untuk Siprus, tapi juga di luar pulau di seluruh wilayah uang lebih luas," tambahnya.
"Reunifikasi damai pulau tahun depan bisa menawarkan kesempatan bersejarah untuk akhirnya mengubah halaman bersejarah di Siprus," tegasnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: