Biro bernama Today Translator itu mengiklankan di situsnya bahwa mereka mampu menafsirkan gambar-gambar yang kerap digunakan sebagai bentuk komunikasi dari aplikasi perpesanan instan di smartphone.
"Terjemahan Emoji itu sendiri merupakan bidang yang muncul, salah satu yang mendominasi perangkat lunak, dan kita sering tidak peka terhadap perbedaan budaya dalam penggunaan dan interpretasi," kata iklan tersebut.
"Oleh karena itu kami mencari individu yang luar biasa untuk memberikan sentuhan manusia yang diperlukan di mana perangkat lunak terjemahan tidak memadai," tambah iklan tersebut.
Chief Executive Jurga Zilinskiene mengatakan bahwa perusahaanya memutuskan untuk membuat posisi freelance setelah didekati klien untuk menerjemahkan buku harian keluarga dari bahasa Inggris ke emoji.
Mereka diminta untuk menulis laporan bulanan pada tren emoji dan penelitian perbedaan budaya dalam penggunaan emoji.
"Kami mulai melihat ke dalamnya dan memutuskan kami harus melakukan banyak pekerjaan untuk memahami budaya emoji di seluruh dunia," tambahnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: